Sabtu, 05 Desember 2015

Peristiwa slento akhir 2003

 Pada awal tahun 2004, seluruh pemuda kauman slento berkumpul dalam forum sederhana, yaitu temu silaturrahim antar alumni pesantren yang pada waktu itu berasal dari beberapa pesantren antara lain pon-pes gondang, pon-pes jepara, pon-pes magelang  dengan tujuan untuk menjalin hubungan harmonis antara alumni dan santri serta pemuda lain.
 Pretemuan pun sepakat di lakukan di salah satu rumah pemuda setempat, dan rapat serta silaturrohim itu menghasilkan kesepakatan di dirikannya sebuah nama organisasi yaitu OPPIS ( Organisasi Pemuda Pemudi Islam Slento ) yang sebenarnya organisasi tersebut hanya meliputi pemuda dan pemudi kauman saja bukan pemuda pemudi sekampung slento, OPPIS sangat cakap dalam penyusunan pengurus organisasi pada saat itu karena sebelumnya struktur organisasi hanya meliputi ketua dan bendahara saja.
 Waktu terus bergulir dan OPPIS pun semakin exis berkiprah di tengah2 pemuda dan masyarakat setempat walaupun saat itu masih tetap hanya sebagai wadah organisasi remaja kauman slento saja, ternyata kehadiran dan peran OPPIS yang cakap dan religius mengundang simpati masyarakat dan remaja RT lainnya, simpati terus mengalir seperti air, tapi tidak semuanya remaja mendukung dan suka atas apa yang OPPIS lakukan saat itu, baik program organisasi atau hal lainnya, namun pendiri dan penggagas OPPIS adalah orang-orang yang sangat ikhlas berjuang dan sabar dalam mengahadpi setiap tantangan baik yang datang dari pemuda sendiri atau masyarakat setempat maka itu semua menjadikan para penggagas dan pendiri OPPIS semakin solid dan merapatkan barisan, hingga pada suatu malam genap 1 tahun OPPIS berdiri atau istilah trendnya ultah OPPIS yang pertama, di adakan pertemuan di madrasah dusun slento dengan mengundang seluruh pemuda dan pemudi dari seantero dusun selento dari RT 1-RT 7. 
 Dan ada peristiwa lucu serta menggemaskan, karena pas di tengah-tengah acara tiba-tiba lampu di matikan dan petasan di nyalakan di sekeliling madrasah tersebut, kontan saja acara menjadi tidak karuan dan panik ramai dan gaduh ada yang lari keluar mencari sebab kejadian itu, tapi semua percuma karena keadaan itu telah di rencanakan oleh orang-orang yang tidak suka OPPIS.
 Setelah suasana tenang acarapun di lanjut kan, dan kejadian tadi menjadi perbincangan hangat di antara undangan serta pihak OPPIS sendiri, setiap ada kejadian pasti ada hikmahnya dan kejadian menggemaskan malam itu telah menarik perhatian khusus para pemuda RT 1 yakni RT pak pani dan remaja seRT pani pun sepakat untuk mendukung penuh program serta organisasi OPPIS, bahkan usulan-usulan untuk mengembangkan OPPIS menjadi organisasi pemuda sekampung pun datang dari RT pak pani tsb.

BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar